Life Philosophy

Camel Stroy

Posted on Updated on

There are 2 Camel in one family. The son have a lot question to his mother.

Son: Mother, may I ask you some questions?
Mother: Sure, why son, is there something bothering you?
Son: Why do camels have humps?
Mother: Well son, we are desert animals, we need the humps to store water and we are known to survive without water.
Son: OK, then why are our legs long and our feet rounded?
Mother: Son, obviously they are meant for walking in the desert better than anyone does.
Son: OK, then why are our eyelashes long? Sometimes it bothers my sight.
Mother: My son, those long thick eyelashes are your protective cover. They help to protect your eyes from the desert sand and wind.
Son: I see. So the hump is to store water when we are in the desert, the legs are for walking through the desert and these eyelashes protect my eyes from the desert sand…
Son: Just one more question Mother…
Mother: Yes, dear?

Son: What the hell are we doing in the ZOO?!
Mother: ???????!!!!!

LESSON:
Skills, knowledge, abilities and experiences are only useful if you are at the right place! Where are you now?

Kearifan Emas

Posted on

Seorang pemuda mendatangi Zen-sei dan bertanya, “Guru, saya tak mengerti
mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana.
Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu,
bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain.”
 
Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata,
“Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku.
Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana.
Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?”
Melihat cincin Zen-sei yang kotor, pemuda tadi merasa ragu,
“Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu.”
 “Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil.”
 

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada
pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya.
Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas.
Mereka menawarnya hanya satu keping perak.
Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak.
Ia kembali ke padepokan Zen-sei dan melapor,
“Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak.”
 
Zen-sei, sambil tetap tersenyum arif, berkata,
“Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini.
Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana.
Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian.”
 
Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud.
Ia kembali kepada Zen-sei dengan raut wajah yang lain. Ia kemudian melapor,
“Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini.
Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas.
Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar.”

Zen-sei tersenyum simpul sambil berujar lirih,
“Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda.
Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya.
Hanya “para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar” yang menilai demikian.
Namun tidak bagi “pedagang emas”.
 
” Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai
jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa.
Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses.
Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas.
Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas ”

Semoga Sekelumit cerita di atas dapat menambah kedalaman jiwa kita dalam memandang makna hidup dan kehidupan ini.

Weird morale, but I has a point anyway

Posted on Updated on

Kisah I : 
Seekor kelinci melihat seekor gagak bertengger di atas dahan yang tinggi. Ia bertanya, “Apa yang kau lakukan?”Jawab si gagak, “Aku hanya duduk melamun dan melihat-lihat, tidak melakukan apa-apa.”Si kelinci bertanya lagi, “Bolehkah aku juga duduk seperti kamu?”Si gagak mengangguk, “Tentu saja boleh.”Maka si kelinci duduk diam di rumput, melamun dan tidak melakukan apa-apa.Tiba-tiba muncullah seekor serigala dari semak-semak,Langsung menerkam dan memakan kelinci itu.
Pelajaran : untuk bisa duduk diam dan tidak melakukan apa-apa, kamu harus berada jauh di atas (kalau bukan boss, nggak bisa, dech!) 
 

Kisah II :
Seekor kalkun mencoba untuk naik ke suatu dahan pohon yang cukup tinggi. Berkali-kali mencoba, ia gagal terus. Lewatlah seekor kerbau yang prihatin melihat usaha si kalkun. Kerbau itu bertanya, “Maukah engkau kubantu untuk naik?”Si kalkun balik bertanya, “Bagaimana caranya?”“Gampang,” si kerbau tersenyum, lalu membuang kotoran di dekat si kalkun, “Kamu tinggal makan kotoranku.Kotoran ini penuh dengan nutrisi, yang membuat kamu cukup kuat untuk naik.”Maka si kalkun memakan sedikit demi sedikit kotoran si kerbau, dan dia bisa naik ke dahan yang diinginkannya. Tiba-tiba = muncullah seorang pemburu, menembak jatuh si kalkun dan membawanya pulang untuk dimasak. 

Pelajaran : Bullshit tidak akan bisa membuat kamu naik ke posisi yang tinggi. Pasti sebentar, jatuh juga!   

Kisah III : 

Seluruh anggota tubuh ribut mengenai siapa yang sebaiknya jadi boss. Masing-masing menyombongkan kelebihan mereka, otak untuk berpikir, mata untuk melihat, tangan untuk memegang, dan sebagainya. Sampai asshole buka suara, “Aku yang paling pas jadi boss!”Semua anggota tubuh lain langsung tertawa dan mencemooh, “Kamu? Kamukan cuma buat buang kotoran!Nggak mungkin jadi pemimpin! Apa kelebihanmu?”Maka asshole mogok kerja. Satu hari, masih tidak terjadi apa-apa. Hari kedua, mulai timbul kekacauan.Otak tidak bisa berpikir, mata melotot terus, tangan gemetaran, jantung berdebar-debar, dan sebagainya.Akhirnya semua sepakat, asshole yang paling pantas jadi boss. 

Pelajaran : tidak perlu jadi orang pintar untuk jadi boss, any asshole will do! 

Kisah IV : 
Seekor burung terbang ke selatan untuk menghindari musim dingin. Namun tiba-tiba dia diserang badai salju, dan karena sangat kedinginan, ia terjatuh. Saat hampir beku kedinginan, seekor kerbau datang dan tepat menjatuhkan kotorannya di atas si burung. Pertama-tama si burung megap-megap, merasa mau mati.Tapi lama-lama, kotoran kerbau itu malah membuatnya menjadi hangat. Salju di tubuhnya mulai mencair, dan ia mulai bernyanyi senang. Muncullah seekor kucing, menggalinya dari dalam kotoran kerbau, dan memakan si burung. 
Pelajaran : 
1. Tidak semua orang yang membuatmu berada dalam deep shit (kesulitan), bermaksud buruk.
2. Tidak semua orang yang mengeluarkanmu dari deep shit, bermaksud baik.
3. Bila kamu berada dalam deep shit, keep your mouth shut!

Daya tarik Al-Qur’an

Posted on Updated on

Dewasa ini, media-media
massa dunia berusaha melakukan propaganda dalam skala luas untuk mendeskreditkan Islam dan menggambarkan Al-Quran sebagai kitab yang sudah ketinggalan zaman. Dengan menggunakan sarana propaganda yang paling canggih, kekuatan-kekuatan imperialis dunia melancarkan berbagai intimidasi terhadap ajaran Islam dengan tujuan mereduksi infiltrasi Islam di dunia Barat. Namun semua usaha mereka itu tidak akan pernah bisa berhasil karena Al-Quran adalah Kitab Ilahi yang paling sempurna sehingga tidak akan ada yang mampu menandingi keunggulan Al Quran. 
Gary Miller, adalah seorang ilmuwan matematika asal Kanada. Selain menjadi anggota dewan ahli di universitas, Miller juga aktif sebagai misionaris Kristen. Miller adalah ilmuwan sangat meminati bidang logika dan hal-hal yang logis. Pada awalnya, dia berpikir bahwa Al-Qur’an yang turun 14 abad yang lalu itu hanya membahas berbagai masalah di masa lalu. Seiring dengan menguatnya arus Islam di Barat, Miller terdorong mempelajari Al-Quran lebih mendalam dengan tujuan mencari celah-celah kesalahan Al-Quran dan berusaha membuktikan ketidakotentikan Al-Quran. Miller mengatakan, “Mulai hari itu, saya membaca Al-Quran untuk mencari celah-celah kesalahan kitab ini. Melalui usaha ini, saya berharap dapat mengangkat derajat pemeluk agama Kristen di hadapan ummat Islam.” Dikatakannya pula, “Karena Al-Quran diturunkan 14 Abad yang lalu di

padang pasir, saya berpikir bahwa kitab ini sangat terbelakang serta dipenuhi dengan kekurangan. Namun semakin saya membaca Al-Quran, saya malah semakin menemukan kebenaran yang membuat saya terkesima. Aku menyadari bahwa Al-Quran ternyata membahas berbagai masalah yang sama sekali tak ditemukan di kitab samawi lainnya. Kitab ini membuat saya semakin penasaran untuk mempelajari lebih mendalam lagi. Ketika membaca sura An-Nisa’, ayat 82, saya sangat terkejut. Ayat tersebut menyebutkan; Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.”  Tentunya, hal yang dialami oleh cendekiawan asal Kanada ini bukanlah yang pertama kali terjadi bagi seorang non muslim. Al-Quran adalah samudera yang tak ada batasnya dan mengandung mutiara ilmu yang tak habis-habisnya digali. Sejak 14 abad lalu, para pemikir dan cendikiawan dalam berbagai bidang mengarungi lautan ilmu yang tertuang dalam kitab ini. Namun sedemikian luas dan dalamnya samudera Al Quran, membuat mereka belum mampu menemukan tepi atau akhir dari lautan ilmu ini. Oleh karena itu, mereka hanya bisa pasrah sambil memuji keagungan dan kebesaran Allah Swt. Al-Quran dalam

surat Furqon ayat 1 menyebutkan, “Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” Sebagai seorang ilmuwan, Dr. Gary Miller memahami bahwa mengenali dan membandingkan berbagai pendapat adalah salah satu metode ilmiah dalam rangka membuktikan kebenaran. Dia juga mengatakan, “Al-Quran dengan ayat-ayat yang sangat lugas mengajak manusia untuk berpikir. Di dunia ini, tak ada seorang penulis pun yang menulis sebuah buku, kemudian dengan penuh keyakinan meminta semua pihak untuk membuktikan kesalahan-kesalahannya.”  Miller juga menyatakan, “Di saat mempelajari Al-Quran, saya menanti ayat yang menyinggung peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Rasulullah Saww, seperti wafatnya Sayidah Khadijah atau kehidupan anak-anaknya. Namun, saya malah dikejutkan oleh
surat yang bernama Maryam. Sedangkan dalam kitab Injil dan Taurat, tak ada satupun
surat khusus dengan nama Maryam. Selain itu, Al-Quran menyebut nama Isa Al-Masih sebanyak 25 kali, sedangkan kitab ini hanya menyebut nama Rasulullah Muhammmad Saww sebanyak
lima kali. Bahkan, tak ada
surat yang menyebutkan nama putri atau istri Rasulullah Saww.” 
Namun, cendekiawan Barat ini masih belum mantap dengan apa yang didapatkannya. Ia pun kembali melanjutkan mencari kesalahan-kesalahan Al-Quran. Kali ini, ia dikejutkan oleh ayat lainnya, yaitu Surat Al Anbiya ayat 30, yang berbunyi, “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…” Miller berkata, “Ayat ini menyinggung masalah ilmiah yang penemunya mendapatkan penghargaan Nobel pada tahun 1973. Ayat ini menjelaskan teori /big bang /yang menghasilkan penciptaan dunia, langit, dan bintang-bintang.”  Miller melanjutkan, “Bagian akhir ayat tersebut menyebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Ini merupakan salah satu keajaiban penciptaan alam yang baru dipahami oleh sains modern. Ilmuwan modern membuktikan bahwa sel hidup terbentuk dari sitoplasma atau zat separuh cairan lekat, sedangkan bagian inti sitoplasma bersumber dari air. Dengan mempelajari ayat ini, saya sama sekali tidak lagi mempercayai klaim-klaim bohong yang menyebut Al-Quran sebagai buatan Muhammmad Saww semata. Bagaimana mungkin Rasulullah Saww yang tak bisa menulis dan membaca sebelum diturunkannya A-Quran, 1400 tahun yang lalu, tiba-tiba dapat berbicara soal materi dan gas yang membentuk dunia?” Akhirnya, riset panjang ini menyebabkan Dr. Gary Miller tunduk menerima Islam sebagai agama yang benar. Dia kini aktif menulis berbagai makalah terkait mukjizat-mukjizat sains yang tercantum dalam Al-Quran. Di antara karya-karya Miller berjudul “Al-Qur’an Yang Menakjubkan”, “Perbedaan Al-Quran dan Kitab Injil”, dan “Pandangan Islam tentang Metode-Metode Pemberian Kabar Gembira”.  Di samping berbicara mengenai mukjizat dan keagungan Al-Quran, Dr. Gary Miller juga membahas masalah lainnya. Dia mengatakan, “Di antara mukjizat Al Quran adalah menyampaikan ancaman-ancaman untuk manusia di masa mendatang yang tak bisa diprediksikan oleh manusia. Hal ini tak bisa diprediksi oleh manusia karena manusia seringkali menjadikan eksperimen sebagai tolak ukur kebenaran. Al-Qur’an juga mengidentifikasi sahabat dan musuh ummat Islam. Selain itu, kitab ini juga memperingatkan persahabatan dengan orang-orang musyrik dan mengingatkan bahwa ummat kristiani adalah sahabat yang paling dekat dengan ummat Islam. Lebih dari itu, Al Quran mengemukakan data yang konkrit dan ini adalah di antara metode Al-Quran yang luar biasa.” Menurut Miller, “Al-Quran juga menarik perhatian para pembacanya pada hal-hal yang spesifik, bahkan kitab ini juga menyampaikan informasi-informasi baru. Informasi semacam ini tak pernah disinggung dalam kitab samawi lainnya. Sebagai contoh,

surat Al-Imran ayat 44 menyampaikan peristiwa undian untuk mengasuh Sayidah Maryam as. Ayat tersebut menyebutkan, “Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.”  Dikatakannya pula, “Dalam Kitab Injil, jika kita ingin lebih mengetahui sebuah cerita atau mengkaji permasalahan, seringkali kita tidak mendapatkan jawabannya di kitab itu dan bahkan kita harus merujuk sumber-sumber referensi lainnya. Sementara Al-Quran menyatakan, jika seseorang ragu akan kebenaran yang disampaikannya, maka Al Quran sendiri yang akan menjawabnya. Namun, setelah saya mempelajari kitab ini secara detail, saya menyimpulkan bahwa tak seorangpun dapat menanggapi tantangan Al-Quran ini, karena pada prinsipnya, informasi-informasi dalam kitab ini bersumber dari Allah Swt dan berada di luar kemampuan manusia. Kitab ini mengungkap peristiwa masa lalu, saat ini, dan masa mendatang.” Dr. Gary Miller kemudian mengingatkan kaum muslimin, “Wahai ummat Islam, kalian tak mengetahui betapa Allah SWT telah melimpahkan kemuliaan kepada kalian, yang tak dimiliki oleh agama-agama lain. Untuk itu, bersyukurlah karena kalian telah menjadi muslim. Berpikirlah secara mendalam untuk mengungkap kebenaran-kebenaran yang indah dalam Al-Quran. Saya mempelajari Al-Quran secara mendalam, dan kitab inilah yang menyebabkan aku mendapatkan hidayah Ilahi

Apakah Tuhan itu ada?

Posted on

Ada seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan. Si tukang cukur bilang, “Saya tidak percaya Tuhan itu ada”. “Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen. “Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan… untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan.

Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.” Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur.

Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat. Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, “Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”

Si tukang cukur tidak terima, “Kamu kok bisa bilang begitu ??”. “Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!” “Tidak!” elak si konsumen.

“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan. “Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.

“Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri. “Cocok!” kata si konsumen menyetujui. “Itulah point utama-nya!.”

Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA! Tapi apa yang terjadi… orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA.

Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.

Si tukang cukur terbengong !!!

Cara Kenali Psikopat di Tempat Kerja

Posted on

Dr. John Clarke, yang bertahun-tahun menjadi psikolog kriminal, mengingat hari di mana dia seketika sadar bahwa mungkin ada sejumlah psikopat di jutaan kantor di seluruh dunia.

“Saya sedang menyampaikan kuliah psikologi kejahatan dan memberikan daftar ciri psikopat. Saat selesai, seorang perempuan menghampiri dan berkata `anda baru saja menggambarkan bos saya`,” katanya kepada Kantor Berita Jerman (DPA).

Clarke menemukan bahwa psikopat tidak hanya ada di penjara, di ruang sidang pengadilan, atau pada kisah “thriller”.

Psikopat, baik laki-laki maupun perempuan, sedang berencana licik di tempat kerja, di seluruh dunia.

Penelitian menyatakan bahwa satu persen populasi orang dewasa yang bekerja adalah psikopat di tempat kerjanya.

Psikopat seperti itu ada di kantor besar maupun kecil, dia ada di ruang rapat dewan maupun di lantai-lantai toko.

Di sanalah, menurut Clarke, mereka bersembunyi; lewat berbohong, mencurangi, mencuri, mememanipulasi, mengorbankan dan menghancurkan para rekan kerja, serta kesemuanya tanpa rasa salah maupun penyesalan.

Lebih buruk lagi, ia menilaie, mereka yang disebut organisasional psikopat, berkembang pesat di dunia bisnis, di mana kezaliman dan nafsu mereka tidak saja mereka salah-artikan sebagai ambisi dan keterampilan memimpin, namun juga sebagai sesuatu yang dihargai melalui promosi, bonus dan kenaikan upah.

“Ambil contoh iklan lowongan kerja. Iklan itu, misalnya, menyebut `anda tahu anda adalah yang terbaik, anda mampu mempengaruhi orang, apapun akan anda lakukan untuk memenangkan organisasi`. Ini jenis pernyataan yang menarik bagi banyak orang, teristimewa lagi untuk psikopat,” katanya.

Ia menimpali, “Organisasi yang memasang iklan seperti ini, secara tidak langsung mengundang psikopat untuk melamar kerja.”

Dalam wawancara rekrutmen, psikopat tampil mempersona sebagai orang yang cocok untuk lowongan itu.

“Mereka adalah pembicara yang sangat bagus dan kadang mengarang riwayat hidupnya, sehingga pewawancara terperdaya. Mereka terlihat mempersona, cerdas dan piawai, tapi jika anda sedikit saja gali lebih dalam, anda akan tahu seperti apa mereka sebenarnya,” kata Clarke.

Psikopat tempat kerja akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kekuasaan, status dan upah yang mereka inginkan.

“Mereka berpikir layaknya psikopat kriminal. Mereka berusaha sekeras-kerasnya demi mereka sendiri. Perbedaan keduanya adalah, psikopat kriminal menghancurkan korban secara fisik, sedangkan psikopat tempat kerja menghancurkan korbannya secara psikologis,” ujarnya.

Clarke yang bergelar doktor (PhD) di bidang psikologi dari “University of Sydney”, Australia, adalah penulis buku “The Pocket Pscyho” yang belum lama terbit.

Buku itu adalah panduan sintas bagaimana melindungi diri dari psikopat organisasional.

Menurut Clarke, psikopat tempat kerja dapat diketahui dari pola perilaku dan ciri kepribadian di bawah ini:

1. Tanpa dosa. Psikopat tempat kerja tidak menyesali berapapun yang mereka jadikan korban, mereka tusuk dari belakang atau yang hasil kerjanya mereka curi.

2. Mempesona. Mereka adalah pembicara yang sangat bagus. Mereka lebih suka berhadapan empat mata dan menghindari rapat kelompok.

3. Manipulatif. Mereka membengkokkan sistem maupun aturan perusahaan untuk kepentingan sendiri. Mereka memangsa berbagai kelemahan orang, khususnya yang kurang percaya diri.

4. Parasitis. Mereka mencari penghargaan dari hasil kerja orang lain.

5. Pembohong yang patologis. Psikopat tempat kerja bukan pembohong ulung. Namun, jika mereka ketahuan, mereka dapat berdalih untuk menemukan selamat.

6. Tak menentu. Psikopat hanya punya emosi pokok (senang, sedih, marah). Pergantian antar emosi terjadi sangat cepat, semenit senang, semenit kemudian marah lalu semenit selanjutnya sedih.

Psikopat tempat kerja mencari pertemanan dengan orang yang punya kedudukan lebih tinggi agar dapat melindungi mereka.

Mereka akan merongrong sekaligus berteman dengan bos dan berusaha meniti kedudukan di perusahaan.

Mereka yang diincar psikopat akan menerima akibat yang menghancurkan.

“Mereka merampas keyakinan diri maupun rasa mampu seseorang. Mereka menghilangkan rasa percaya orang terhadap orang lain. Korban menjadi dingin, sinis, getir dan hampir tak mampu bekerja,” ujarnya menegaskan.

Clarke mengatakan, ada dua senjata yang bisa dipakai untuk melindungi diri dari mereka yaitu: pendidikan dan kerjasama tim.

“Jika anda mendidik diri sendiri hingga tahu mengapa orang tersebut bertindak demikian, maka hal ini akan menghentikan siklus menyalahkan diri-sendiri dan rasa terasing dari korban,” katanya.

Ia melanjutkan, “Hal kedua ialah membangun tim dan kerjasama tim. Anda harus berbicara kepada orang lain, dan mengatakan apa yang terjadi. Jika psikopat tidak dapat mengasingkan anda, maka mereka tidak dapat menghancurkan anda.”

Dalam situasi di mana majikan tidak bertindak, maka Clarke menyarankan, korban sebaiknya pindah kerja. Mengapa? Oleh karena, korban tidak bisa mengubah seorang psikopat, dan proses rehabilitasi hanya akan memperparah mereka.

“Mereka tidak peduli. Mereka tidak berpikir dirinya adalah psikopat. Mereka tidak berpikir apa yang sedang dilakukan adalah salah. Mereka hanya berpikir dirinya pintar, dan jika semua orang secerdas mereka, semuanya pun akan melakukan hal serupa,” katanya.

Akhirnya, Clarke pun berpesan: “Saat anda merehabilitasikan mereka, berarti anda mengajarkan keterampilan sosial kepada mereka, dan menunjukkan bagaimana cara berurusan secara pantas terhadap orang lain. Mereka akan menggunakan
keterampilan sosial itu untuk makin memanipulasi orang.” (*)

FALSAFAH BUAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Posted on

Jangan suka pamer. Jadilah jagung, jangan jambu monyet.
Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya.

Setia terhadap pasangan. Jadilah seperti pohon pisang.
Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati.

Inner beauty. Jadilah seperti durian, jangan seperti kedondong.
Durian walaupun di luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi di dalamnya lembut dan manis. Beda dengan kedondong, di luarnya mulus dan mengkilat, tetapi di dalamnya ada biji yang berduri.

Jaga kesucian dalam bergaul. Jadilah seperti bengkoang.
Bengkoang walaupun hidup dalam tanah dan kompos, tetapi umbinya tetap putih
bersih.

Selalu bertindak adil. Jadilah seperti tandan petai, bukan tandan rambutan.
Tandan petai membagi makanan sama rata ke biji2 petai-nya, semua seimbang, tidak seperti rambutan, ada yang kecil ada yang gede.

Menjadi semakin tua = semakin bijaksana. Jadilah seperti cabai.
Cabai semakin tua, semakin pedas.

Jangan munafik. Jadilah seperti buah manggis.
Buah manggis bisa ditebak isinya dari bagian bawah buahnya.

Menjadi banyak manfaat. Jadilah seperti buah dada.
Selain bermanfaat sumber gizi buat anak, bisa jadi alat rekreasi buat bapaknya juga!

“Jangan terlalu stress lah hai…Keep smile n Tetap semangat”