Unboxing Nutanix (Part 2)

Posted on

Setelah kita membahas Nutanix Nodes, sekarang kita akan “bedah” dari chassis-nya. Ada “big” secret yang saya temukan di Nutanix, saya akan bahas didalam Part 2 ini.

Secara umum, inilah server yang sangat simple, hanya ada 4 FAN dan tidak ada backplane, ataupun komponen lainnya. Inilah the” real” pasif chassis yang selama ini saya lihat. Power Supply dan Disks adalah Hot Swap, sehingga yang tersisa di chassis adalah 4 x FAN dan 1 connector board dibelakang FAN, Cool…

 

Chassis2

 

Kalau kita lihat gambar dibawah, di board connector terdapat 2 slots masing-masing (2 dikanan dan 2 dikiri). Slot inilah yang menghubungi Nutanix Node dan Chassis.

Chassis3

 

Chassis4

Mmhhh…Ada yang tahu ini logo apa?πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚

So, board Nutanix adalah SuperMicro!!!

Inilah “Software Defined Datacenter”, secara physic Nutanix banyak memiliki kelebihan dari sisi CPU, RAM, Disk ataupun Network. Akan tetapi sesungguhnya “brain” dari Nutanix adalah NOS -> Nutanix OS. Inilah OS dari Nutanix yang membuat mesin ini menjadi powerful. Tanpa NOS, Nutanix hanyalah sebuah server biasa. Kita akan membahas NOS lebih lanjut ya.

PowerΒ  Supply

Setiap chassis terdapat 2 Power Suppy. Seperti yang kita lihat gambar dibawah ini, SuperMicro kembali digunakan. Daya yang dibutukan typical adalah 1000 Watt per-chassis dengan 4 nodes. Sangat efficient dibandingkan AC dirumah sayaπŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚

PowerSupply

Powersupply

 

Berikutnya kita lihat chassis bagian depan-atas. Terdapat petunjuk peletakan disks untuk masing-masing Node. Terdapat 6 slot disks untuk setiap Node. Secara default berisi 2 x SSD dan 4 x SATA. Akan tetapi ini bisa di custom, seperti di Pentagon yang semua disks berisi SSD.

Maaf saya ambil contoh di luar (USA), karena diluar Nutanix sudah seperti “VMware” di tahun 2010-2011. Saat ini Nutanix di Indonesia bisa dikatakan seperti VMware di tahun 2009, yang banyak orang tidak tahu. Untungnya saya tidak harus membawa Nutanix setiap hari di mobil sayaπŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚πŸ™‚

Chassis5

Ok, sekarang kita kembalikan ke posisi semula, semua Nodes dimasukkan dalam chassis, Power Suppy dikembalikan ke tempat semula, Pasang cable power, VGA, Keyboard dan saat-nya kita power-on. Saya akan masuk kedalam BIOS Nutanix terlebih dahulu.

Setelah masuk BIOS disalah satu Node maka pertama yang saya lihat adalah CPU informations.

BIOS

Yup, masing-masing CPU terdiri dari 10 Cores, sehingga total 20 Cores per-Node dan total 80 Cores per-Chassis (4 Nodes).

Dari sisi physic hardware saya rasa cukup, kita akan membahas berikutnya dari sisi OS-nya.

Thank you for visited my blog.

 

2 thoughts on “Unboxing Nutanix (Part 2)

    Albert said:
    July 10, 2014 at 2:54 pm

    Akhirnya dapat juga info mengenai nutanix. kalau boleh tau ini dipakai dimana ya pak? Ditunggu artikel2 lanjutan tentang nutanix ini. Thanks

      iswarade responded:
      October 27, 2014 at 10:40 am

      Hi Albert, dah di posted lagi mengenai Nutanix. Enjoy ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s