FALSAFAH BUAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA

Posted on

Jangan suka pamer. Jadilah jagung, jangan jambu monyet.
Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya.

Setia terhadap pasangan. Jadilah seperti pohon pisang.
Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati.

Inner beauty. Jadilah seperti durian, jangan seperti kedondong.
Durian walaupun di luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi di dalamnya lembut dan manis. Beda dengan kedondong, di luarnya mulus dan mengkilat, tetapi di dalamnya ada biji yang berduri.

Jaga kesucian dalam bergaul. Jadilah seperti bengkoang.
Bengkoang walaupun hidup dalam tanah dan kompos, tetapi umbinya tetap putih
bersih.

Selalu bertindak adil. Jadilah seperti tandan petai, bukan tandan rambutan.
Tandan petai membagi makanan sama rata ke biji2 petai-nya, semua seimbang, tidak seperti rambutan, ada yang kecil ada yang gede.

Menjadi semakin tua = semakin bijaksana. Jadilah seperti cabai.
Cabai semakin tua, semakin pedas.

Jangan munafik. Jadilah seperti buah manggis.
Buah manggis bisa ditebak isinya dari bagian bawah buahnya.

Menjadi banyak manfaat. Jadilah seperti buah dada.
Selain bermanfaat sumber gizi buat anak, bisa jadi alat rekreasi buat bapaknya juga!

“Jangan terlalu stress lah hai…Keep smile n Tetap semangat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s