Blogging Competition

July 2, 2008


We care too…

July 2, 2008

Global Warming

 

Pemanasan global atau yang populer dengan istilah Global Warming (GW) menjadi salah satu isu paling hangat di seluruh dunia belakangan ini. Global warming merupakan peristiwa meningkatnya suhu permukaan bumi melebihi rata-rata akibat peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer.

 

Pemicu utama Global Warming adalah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan energi fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbarui). Penghasil terbesarnya adalah negeri-negeri industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, dll. Industri penghasil karbon terbesar di  Indonesia adalah perusahaan tambang (migas, batubara dan yang terutama berbahan baku fosil).

 

Fenomena lain yang teramati sebagai dampak pemanasan global adalah mencairnya es di kutub. Telah terbukti bahwa tutupan es di Antartika (Kutub Selatan) dan Greenland (Kutub Utara) berkurang massanya akibat pelelehan. Hal ini meningkatkan tinggi muka laut yang mencapai 17 cm selama abad 20. Dengan kondisi yang ada sekarang, dapat diperkirakan bahwa peningkatan tinggi muka laut di akhir abad ke-21 dapat mencapai angka 28-58 cm.

 

Dampak global warming yang nyata terjadi di Indonesia adalah perubahan iklim. Dalam prosesnya, perubahan iklim terjadi sangat lamban sehingga dampaknya tak langsung dirasakan saat ini, namun akan sangat terasa bagi generasi mendatang. Meningkatnya suhu ini, telah menimbulkan makin banyaknya wabah penyakit endemik seperti leptospirosis, demam berdarah, diare, malaria.  Selain itu, ratusan desa di pesisir Jatim terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut mulai dari Pantai Kenjeran, Pantai Popoh Tulungagung, Ngeliyep Malang dan pantai lain di pulau-pulau di Indonesia. Berita yang lebih dramatis yaitu Indonesia diperkirakan akan kehilangan 2.000 pulau pada tahun 2030 akibat Global Warming.

 

Dapat kita simpulkan menjadi 3 hal utama di Indonesia yang memicu Global Warming, yaitu:

1.     Pembukaan lahan dan penebangan hutan yang meluas tanpa control yang menjadikan Indonesia menghasil karbon terbesar setelah Amerika dan Cina.

2.     Eksploitasi yang massif dibidang minyak bumi, batubara dan gas alam yang akan menyebabkan krisis energy akibat habisnya cadangan sumber energy yang tak terbarukan ini.

3.     Emisi yang dihasilkan di bidang energy berkembang sangat cepat (CO2).

Fight Global Warming

 

Generasi mendatang akan merasakan dampak perubahan iklim yang signifikan, dimana anak-anak kita akan memegang peranan penting di dalamnya. Namun, kebanyakan anak tidak memiliki pengetahuan tentang masalah ini. Pendidikan mengenal global warming dan perubahan iklim pada anak sangat jarang dilakukan, padahal jika mereka dapat berperan di masa ini dalam menyikapi isu tersebut, maka mereka akan menolong diri sendiri di masa depan.

 

Melalui pendidikan terhadap anak diharapkan secara perlahan akan menggerakkan komunitas yang lebih besar dan lama kelamaan pemerintah akan tersadar untuk membuat perubahan secara menyeluruh.

 

Berikut ini adalah ide yang dikumpulkan oleh google dari para pelajar cara melawan Global Warming.

Global Warming Student Speakout – Top 50 Ideas

So in the end let’s do FIGHT GLOBAL WARMING together.