Bulan lalu saya mendapat tugas ke Beijing selama 4 hari, selama disana saya ditemani oleh orang local. Selama ini saya mengetahui bahwa Cina adalah penganut komunis, sehingga terpancing ingin mendengar sendiri pengakuan orang Cina paham atheis (Komunis) yang mereka anut selama ini. Perbincangan ini hanya sebatas ingin mendengarkan pengakuan dari seorang Atheis. The point is, saya bersyukur kepada Allah telah memberikan saya iman.
Berikut beberapa perbincangan saya sebut saja Mr.X.
Saya : Apakah anda menganut agama?
Mr.X : Di Cina, agama dilarang. Kami semua atheis. Ada beberapa suku minoritas yang menganut agama spt Islam, Budha, dll.
Saya : Bagaimana pendapat anda terhadap Agama?
Mr.X : Tuhan tidak ada, buat apa agama? Agama membuat hidup kami susah, contoh Islam, yang harus sholat 5 kali tiap hari, Kristen yang harus ke Gereja, Budha yang harus ke Temple. Lebih enak kami yang bebas terhadap hal-hal seperti itu.
Saya : (tersenyum)
Mr.X : Kalau saya sakit, tinggal ke dokter. Kalau saya ingin mendapatkan uang, saya bekerja. Pemerintah Cina memberikan semua fasilitas untuk kami.
Saya : Manusia berasal darimana? Anda, teman-teman anda diciptakan oleh siapa?
Mr.X : Saya dilahirkan oleh Ibu saya, Ibu saya dilahirkan oleh Nenek saya, dst. Kami tidak diciptakan oleh siapapun, mungkin kami berasal dari manusia purba (sambil tertawa).
Saya : (Baru ingat mengenai 1 anak untuk 1 keluarga). Bagaimana mengendalikan kelahiran jika pemerintah menerapkan 1 anak untuk 1 keluarga? Bukankah saat ini penduduk Cina terbesar di dunia?
Mr.X : Semua RS menyediakan fasilitas aborsi. Aborsi disini legal, dan gratis di setiap RS Pemerintah. Disini anak lelaki lebih dihargai, jadi kalau hamil anak wanita, kami akan lakukan aborsi di RS dan seterusnya begitu hingga mendapat anak lelaki.
Saya : (Teringat masa Jahiliyah)…
Mr.X : (Melanjutkan). Perekonomian Cina sangat bagus. Bahkan Negara Amerika meminjam dana dari kami. Artinya adalah ekonomi Komunis telah terbukti bagus di jaman krisis saat ini, harusnya semua Negara menganut system Komunis.
Saya : (tersenyum)..mengingat Negara kita bukan apa-apa dibanding Cina
Wah ternyata waktu telah menunjukan jam 8 malam (baru magrib), saya pamit dengan Mr.X untuk segera kembali ke Hotel (Sholat Magrib). Kami akan bertemu lagi jam 9 malam di Lobi Hotel.
Saya akan lanjutkan perbincangan kami mengenai paham Atheis di Negara Tirai Bambu.
Posted by iswarade